Masyarakat Jabodetabek saat ini tengah menghadapi "serbuan" pedagang tahu bulat. Di berbagai sudut kota, penjaja panganan itu menyapa pembeli dengan jingle-nya yang khas.
"Tahu bulat, digoreng dadakan limaratusan, anget-anget, gurih-gurih nyoooiii...."
Namun sebelum booming seperti saat ini, para penjual tahu bulat sebenarnya telah mulai menggeluti bisnis ini sejak lama.
Seperti yang dituturkan Saep Bani (45), yang terjun dalam bisnis tahu bulat dan menjajakannya di pinggiran selatan Jakarta. Dia mulai merintis berjualan tahu bulat sejak 2013. Hingga kini dia telah memiliki 20 karyawan yang bertugas menjajakan makanan itu.
Di awal perjalanan bisnisnya, Saep mengajak saudara dan teman-temannya dari Tasikmalaya untuk berjualan tahu bulat di sekitaran Jakarta. Untuk istirahat dan menyiapkan dagangan, dia mengontrak di wilayah Pamulang.
"Dulu mah tidak direkam gitu, tapi langsung pake microphone. Lama-lama terasa capek, terus direkam. Kebetulan ada kawan yang bisa bantu buatkan rekamannya dan kata-katanya saya buat biar menarik dan unik supaya laku tahunya," ujar Saep Bani kepada Kompas.com, saat ditemui di Pamulang 2, Tangerang Selatan Banten, Selasa (17/5/2016).
Meski saat ini pemasaran tahu bulat dilakukan sec
0 comments:
Post a Comment